RSS Feed

Pasar Modal

Posted on

BEI Kaji Perbesar Porsi Saham Perdana yang Dilepas Emiten Hingga 15%

Dewi Rachmat Kusuma – detikfinance
Jumat, 14/06/2013 15:48 WIB
https://i2.wp.com/images.detik.com/content/2013/06/14/6/155016_hijau.jpeg

Jakarta – Manajemen Bursa Efek Indonesia (BEI) saat ini tengah mengkaji aturan minimal untuk pelepasan perdana saham ke publik atau Initial Public Offering (IPO) calon emiten dengan batas minimal 15% dari modal disetor.

BEI juga tengah mengkaji batas minimal porsi saham yang beredar di publik (free float). Nantinya, setiap emiten wajib melepas sahamnya ke publik minimal 15%. Selama ini, batas minimal pelepasan saham ke publik hanya 10%.

“Saat ini sedang dibahas, kemarin kan rapat tuh. Selama ini tidak ada kewajiban, kami akan buat peraturan BEI dengan kepemilikan saham ke publik sebesar 15 persen,” kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI Hoesen saat ditemui di kantornya, Gedung BEI, Jakarta, Jumat (14/6/2013).

Dia mengaku, peraturan baru tersebut dilakukan untuk menjaga likuiditas pasar dan memperbesar volume perdagangan di BEI.

“Kami juga tengah mengkaji untuk menerapkan batas minimal porsi saham free float calon emiten, walaupun untuk jumlahnya belum kami putuskan karena masih dikaji,” ujar Hoesen.

Free float adalah saham yang beredar di publik yang biasanya dimiliki investor ritel. Jumlah saham free float inilah salah satu yang menentukan likuiditas perdagangan saham suatu emiten di BEI.

Pasalnya ada beberapa calon emiten yang melaksanakan IPO di tahun ini dengan melepas 10% saham ke publik namun free floatnya hanya 2%. Alhasil pergerakan saham emiten tersebut diperkirakan akan kurang likuid ditransaksikan investor.

Dia menjelaskan, saat ini pihaknya bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) masih membahas soal besaran batas minimum pelepasan saham publik tersebut. Diharapkan, bisa goal di angka 15% untuk tahap awal, bahkan jika memungkinkan bisa diusulkan hingga angka 50%.

“Ya awal kita goal-kan dulu batas minimal 15%, bisa juga 20%, kalau saya sih berharap ya bisa 50% tapi ya jangan muluk-muluk dulu,” kata Hoesen.

Hoesen juga menyebutkan, usulan ini dinilainya sebagai bentuk memperbanyak likuiditas pasar. Semakin banyak saham dilepas maka transaksi di BEI juga semakin meningkat.

“Kalau jumlah saham yang dilepas banyak kan transaksi meningkat, pasar juga likuid,” katanya.

Saat ini, pihaknya tengah mengupayakan agar revisi aturan ini dapat berlaku surut. Artinya harus diterapkan tidak hanya oleh emiten baru namun oleh emiten yang telah mencatatkan sahamnya di BEI.

“Ini akan berlaku surut bagi calon emiten dan yang sudah listing, kami masih mengkaji ini,” kata Hoesen.

          Menurut pendapat saya, kebijakan BEI untuk memperbesar porsi saham perdana bisa dikatakan sudah tepat karena seperti yang kita ketahui bersama bila proporsi saham yang dilepas oleh emiten kepada publik saat ini tidak sampai 15% dari modal disetor. Tentunya dari jumlah yang bisa dikatakan sedikit ini membuat pergerakan transaksi dari BEI menjadi tidak terlalu banyak yang menyebabkan likuiditas pun menjadi berkurang. Dengan adanya peningkatan batas minimum penjualan saham perdana kepada publik maka secara otomatis membuat transaksi yang dilakukan oleh BEI akan meningkat dan memperbanyak likuiditas pasar. Selain itu juga dengan adanya kebijakan baru tersebut akan membuat kinerja dari BEI menjadi lebih baik lagi dalam sistem pengelolaan dana. Tidak hanya saat membuat kebijakan saja BEI megontrol setiap pergerakkannya tapi sebaiknya juga BEI harus terus mengontrol secara berkelanjutan dari setiap kebijakan yang akan dikeluarkan agar jangan sampai ada pihak yang merasa dirugikan dalam kebijakan tersebut.
Sumber : http://finance.detik.com/read/2013/06/14/154854/2273739/6/bei-kaji-perbesar-porsi-saham-perdana-yang-dilepas-emiten-hingga-15

About RestyFrisda

simple person

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: