RSS Feed

Auditing

  • Pengertian Auditing :

Auditing adalah suatu pemeriksaan yang dilakukan secara kritis dan sistematis, oleh pihak yang independen, terhadap laporan keuangan yang telah disusun oleh manajemen beserta catatan-catatan pembukuan dan bukti-bukti pendukungnya, dengan tujuan untuk dapat memberikan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan tersebut.

  • Perbedaan Audit dengan Akuntansi :

Akuntansi adalah proses pencatatan transaksi dari mulai pembuatan jurnal, buku besar, sampai dengan disusunnya laporan keuangan, sedangkan Auditing adalah proses pemeriksaaan yang dimulai dengan pemeriksaan laporan keuangan, buku besar, sampai dengan pemeriksaan bukti-bukti.

  • Jenis-jenis audit :

Ditinjau dari luasnya pemeriksaan :

 (pemeriksaan umum)

      Pemeriksaan yang dilakukan KAP independent dengan tujuan untuk memberikan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan secara keseluruhan

(pemeriksaan khusus)

      Pemeriksaan oleh KAP independen, dan pada akhir pemeriksaan auditor tidak perlu memberikan pendapat atas kewajaran laporan keuangan secara keseluruhan.

Ditinjau dari jenis pemeriksaan:

1. Management Audit (Operational Audit)

Suatu kegiatan pemeriksaan terhadap kegiatan operasi perusahaan

2. Compliance Audit (Pemeriksaan Ketaatan)

Menentukan kesesuaian dengan kondisi atau atauran tertentu

3. Internal Audit (Pemeriksaan Intern)

Mengevaluasi efektifitas perusahaan oleh auditor internal

4. Computer Audit

Pemeriksaan oleh KAP yang memproses data akuntansi dengan EDP system.

  • Hirarki atau tingkatan dalam KAP ( Kantor Akuntan Publik ) :

(dari tingkat bawah hingga tingkat atas)

  1. Asisten auditor
  2. Auditor junior
  3. Auditor senior
  4. Manajer
  5. Partner/ Rekan (Pemilik)
  • Jenis – jenis KAP :

a. KAP Nasional                 :       sama dengan yang ada di AS yaitu The Big Five.

b. KAP Lokal & Regional   : memiliki  > 50  orang  professional,  bersifat traveling dimana kantor pusatnya biasanya di pulau Jawa.

c. KAP Lokal Kecil            : memiliki < 25 orang professional biasanya mengaudit usaha kecil & organisasi nirlaba / yayasan.

  • Standar Auditing :

Standar auditing yang telah ditetapkan dan disahkan oleh IAI terdiri dari sepuluh standar yang dikelompokkan menjadi tiga kelompok besar, yaitu :

  1. Standar Umum
  2. Standar Pekerjaan Lapangan
  3. Standar Pelaporan
  • Jenis-jenis Pendapat Auditor :

Menurut standar professional akuntan public (PSA 29 SA Seksi 508), ada lima pendapat akuntan, yaitu :

a. Pendapat wajar tanpa pengecualian (Unqualified Opinion)

Semua elemen laporan keuangan disajikan secara wajar sesuai dengan prinsip akuntansi yang lazim dan diterapkan secara konsisten.

b. Pendapat wajar tanpa pengecualian dengan bahasa penjelasan yang ditambahkan dalam laporan audit bentuk baku (Unqualified opinion with explanatory language)

Audit diselesaikan dengan hasil memuaskan dan laporan keuangan disajikan secara wajar, tetapi auditor merasa perlu / penting memberi informasi tambahan.

c. Pendapat wajar dengan pengecualian (Qualified opinion)

Laporan keuangan disajikan secara wajar namun ada beberapa elemen yang dikecualikan tetapi tidak mempengaruhi kewajaran LK secara keseluruhan.

d. Pendapat tidak wajar (Adverse opinion)

Diketemukan ketidakwajaran yang material dalam elemen – elemen LK.

e. Pernyataan tidak memberikan pendapat (Disclaimer opinion)

Terjadi bila :

  1. Pembatasan yang luar biasa terhadap hal biasa terhadap luas pemeriksaan auditor.
  2. Adanya ketidakpastian yang luar biasa.
  3. Auditor tidak bebas dalam hubungannya klien.

 

About RestyFrisda

simple person

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: